What to Do And Not to Do in Indonesia

Apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat bepergian ke Indonesia?
Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan, Penulis Konten (2015-sekarang)
Ethan Louis Boyd SchwartzSemula dijawab oleh Ethan Louis Boyd Schwartz ·
Diterjemahkan Minggu · Didukung Naik oleh Afrizal Fikri, tinggal di Indonesia (1996-sekarang) dan Bayu Aditya H, tinggal di Indonesia
Diterjemahkan dari jawaban Ethan Louis Boyd Schwartz di Quora dalam bahasa Inggris: What are do/don’ts in Indonesia while traveling?

    Jangan pernah kehilangan kesabaran. Jika kamu marah dan mulai berteriak pada seseorang, dia akan mengabaikanmu. Jika kamu komplain/berdebat, mereka akan dengan sabar mengatakan “maaf, maaf” sampai dirimu berhenti. Mengekspresikan rasa frustrasi/marah adalah kesalahan besar dan akan membuat setiap orang di sekitarmu merasa sangat malu. Ingat bahwa semua orang berada di situasi yang serupa. Ketika satu hal tidak bekerja dengan semestinya, itu bukan karena dirimu sebagai orang asing. Itu terjadi karena memang sesuatu tidak bekerja dengan semestinya.
    Sopan, baik secara penampilan dan perilaku. Saya memahami asumsi bahwa cuaca tropis = pakaian minimal. Cuaca panas dan lembab dan kamu ingin merasa nyaman. Tapi secara kultur, kesopanan lebih penting dari pada kenyamanan pribadi. Tidak ada hal yang paling menarik perhatian bagi orang asing yang tidak paham kecuali karena seseorang menggunakan baju atasan pendek dan celana pendek. Dan menampilkan rasa sayang secara di depan umum sangat tidak diperkenankan. Kamu bisa mendapatkan masalah hukum jika mencium seseorang di depan umum.
    Maaf karena saya harus mengatakan hal ini, dalam beberapa kasus lebih baik kamu berbohong tentang beberapa hal dari pada menjelaskan hal sebenarnya. Jangan bicara tentang kebiasaan menggunakan obat-obatan, tentang pandangan ateismu, tentang kepercayaan komunis/sosialis, atau orientasi seksual. Jika kamu seorang Yahudi, berpura-puralah sebagai orang lain. Jika lawan jenis mendekatimu, sering-seringlah menyebutkan istri/suamimu di rumah sedang menunggu dan mereka akan meninggalkamu sendirian.
    Hati-hati terhadap penipuan. Jika tidak benar-benar mendesak, gunakan ATM hanya di cabang bank atau di gerai-gerai swalayan seperti Superindo atau Indomaret. Waspada dengan taksi yang tidak memiliki lisensi atau penanda. Kenali rupiah; jumlah angka nol yang banyak mudah mengecoh sehingga membuat pembayaran lebih mahal 10x atau 100x dari yang diharuskan. (Trik mudah: rasio antara USD dengan rupiah mendekati 3:4, ingat bahwa Rp100.000 bernilai sekitar $7.50 kemudian Rp10.000 sekitar $0.75 dan Rp1.000 sekitar $0.07)
    Makanan. Jangan berasumsi bahwa restoran yang menyajikan makanan “Western” lebih aman dari pada lapak-lapak di pinggir jalan. Curigalah pada sesuatu yang mengandung keju seperti piza atau hamburger atau bahan-bahan impor lainnya. Jika kamu melihat sebuah warung tradisional Indonesia dengan banyak pelanggan, kemungkinan besar warung itu aman.
    Perhatikan bahasa tubuh. Jangan melipat tangan atau meletakkan tangan di pinggang jika berbicara pada seseorang. Bersalaman di Indonesia seakan tidak seperti bersalaman, karena hanya sekadar bersalaman yang sekejap dan ringan. Jangan sentuh seseorang di kepala atau wajah. Jangan sentuh bagian tubuh orang bagian mana pun dengan tangan kiri. Jangan memberikan barang atau menerima barang dengan tangan kiri (terutama makanan!). Jangan melangkahi tubuh orang yang duduk atau berbaring di lantai. Jika kamu berjalan di depan orang yang sedang duduk, hormati mereka dan katakan “permisi”
    Lepaskan sepatumu jika memasuki rumah orang, bahkan meskipun mereka mengatakan dirimu tidak perlu melepas. Kamu juga perlu melepas sepatu jika memasuki ruang duduk; semacam ruang tempat orang duduk di lantai (biasanya ada karpet atau alas untuk menunjukkan ruang ini). Menggunakan sepatu di toko atau kantor umumnya diperbolehkan, kecuali ada tanda perintah untuk melepasnya.
    Ini mungkin lebih spesifik pada budaya Jawa, tapi ketika seseorang menawarimu makanan atau minuman, TUNGGU sebelum mengonsumsinya. Umumnya ketika orang yang lebih tua atau pemilik fasilitas mulai makan dan minum, itu adalah sinyal untuk yang lainnya untuk ikut makan.