Dewi Persik Alami Gejala Covid-19 yang Aneh, Muncul Ruam Merah di Sekujur Tubuh

Pedangdut Dewi Perssik umumkan bahwa dirinya sempat terpapar virus corona atau Covid-19.

Dalam video, perempuan yang akrab disapa Depe ini juga menjelaskan bahwa delapan anggota keluarganya juga positif Covid-19.

“Mungkin bukan hanya saya l, tapi keluarga saya, Mas Gabriel, Aa, Mbak Lebby, dan asisten saya. Jadi, kebetulan di dalam rumah ini ada delapan orang, jadi cluster family,” ucap Depe seperti dikutip Kompas.com dari video YouTube-nya, Jumat (25/12/2020).

Semua anggota keluarga Depe menjalani swab PCR dan hasilnya dinyatakan positif pada 30 November.

Semua anggota keluarganya pun mendapatkan pengobatan dan menjalani isolasi.

Dewi Perssik termasuk korban positif Covid-19 yang aneh karena di sekujur tubuhnya muncul ruam merah.

Beruntung, istri Angga Wijaya ini sudah berhasil sembuh dan terus menjalani penyembuhan diri.

“Alhamdulillah Allah masih kasih kesempatan aku untuk sehat. Aku sekarang sembuh. Aku salah satu orang yang beruntung untuk sembuh,” ujarnya.

Lewat akun Instagram-nya, @dewiperssikreal, ia membagikan kabar itu.

Dari tiga foto yang diunggahnya, terlihat adanya skin rash atau ruam pada kulit di bagian wajah serta lehernya.

“Banyak yang bertanya kemana selama 1 bulan ini kok ga liat di @pagipagiambyarttv. Dan gak ada kegiatan ngeyoutube juga, Aku sakit kena covid 19,” begitu caption yang ditulis Dewi di unggahannya.

“Alhamdulillah Allah masih kasih kesempatan aku untuk sehat aku sekarang sembuh, aku salah satu org yg beruntung untuk sembuh, aku sudah cek dua kali negatif alhamdulillah. Dan skrg sudah sembuh dan recovery.”

“Kemarin mungkin karena kegiatanku yang terlalu padat akhirnya aku kecapean dan terkena covid 19.”

Ruam kulit sebagai gejala Covid-19

Berkaca dari ruam kulit yang dialami pelantun “Diriku Berharga” tersebut, penelitian menunjukkan bahwa ruam kulit dianggap sebagai gejala terbaru Covid-19.

Mengutip laman covid.joinzoe.com, studi yang dipimpin para peneliti dari King’s College London, Inggris, dan perusahaan ilmu kesehatan ZOE didasari oleh data 336.000 pengguna aplikasi Covid Symptom Study.

Dari data itu, para peneliti menemukan sebanyak 8,8 persen orang yang melaporkan tes swab virus corona positif mengalami ruam kulit, dibandingkan 5,4 persen orang dengan hasil tes negatif.

Hasil serupa terlihat pada 8,2 persen orang dengan ruam kulit yang belum menjalani tes virus corona, tetapi masih melaporkan gejala seperti batuk, demam, atau anosmia (kehilangan indera penciuman).

Guna menyelidiki lebih lanjut, para peneliti membuat survei online terpisah dan mengumpulkan hampir 12.000 orang dengan skin rash atau ruam kulit yang diduga terinfeksi atau sudah terinfeksi Covid-19.

Tim tersebut secara khusus mencari gambar dari orang kulit berwarna, yang saat ini kurang terwakili dalam sumber daya dermatologi.

Terima kasih kepada semua yang mengirimkan foto ruam mereka.

Sebanyak 17 persen peserta yang dites positif virus corona melaporkan ruam sebagai gejala pertama penyakit.

Di samping itu, satu dari lima orang (21 persen) yang melaporkan ruam dan sudah terkonfirmasi virus corona menyatakan bahwa ruam kulit merupakan satu-satunya gejala yang dialami mereka.

Bisakah ruam kulit akibat Covid-19 disembuhkan?

Jika Anda mengalami gejala serupa dengan yang dialami Dewi Perssik, kabar baiknya, ruam kulit akibat Covid-19 ini bisa disembuhkan.

Hal itu disampaikan dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Emil R. Fadly, SpKK, FINSDV, FAADV.

“Ruam karena superfisial atau permukaan kulit biasanya tidak permanen, bisa pulih seperti biasa,” jelas dr Emil kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp.

“Ini seperti kasus campak atau tampek.”

Menurut Emil, proses pemulihan kulit memakan waktu dua hingga tiga minggu, dengan catatan kulit tidak terinfeksi oleh bakteri.

Saat proses pemulihan, dianjurkan untuk menjaga pola makan sehat dengan gizi seimbang.

Di antaranya mengonsumsi antioksidan, vitamin kulit, serta buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung Vitamin A, E , C, dan mineral, lycopene, dam antioksidan lain.

Beberapa buah-buahan yang bisa menjadi opsi seperti pepaya, wortel, tomat, kiwi, apel, dan buah naga.

Emil mengimbau agar pasien yang mengalami ruam tidak panik.

Selain menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, dianjurkan pula mengoleskan body lotion dengan kandungan seramid, pelembap dan humektan, setelah mandi di pagi hari dan 1-2 jam sebelum tidur.

“Intinya jangan panik, tetap waspada,” sebut dia.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr Arini Astari Widodo, SpKK juga memberikan tanggapan yang sama.

“Manifestasi kulit atau kelainan kulit akibat Covid-19 biasanya akan menghilang setelah orang sembuh,” kata Arini.

Proses pemulihan ruam kulit, lanjut dia, dapat berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung tingkat keparahan penyakit yang diderita.

Beberapa orang bisa pulih dalam hitungan minggu, sementara lainnya bisa mencapai satu bulan.

“Tapi ada juga beberapa kasus orang yang sudah sembuh dari Covid-19, kelainan kulitnya belum menghilang,” tambah Arini.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *