Peluang Usaha dan Untung Rugi Usaha Loket Pembayaran Listrik PPOB Part 2

Untung-rugi Usaha Loket PPOB -Berbagi Pengalaman- Bag. 2

Pada bagian kedua tulisan ini, yang pastinya lanjutan dari tulisan saya pada bagian pertama,
tidak ada salahnya saya menampilkan atau menyajikan informasi dan cara
menghitung fee usaha loket PPOB saya. Awalnya saya mengira apa yang
ditampilkan vendor PPOB saya di Laporan Penjualan, yang bisa diakses
melalui situs/website vendor PPOB saya, itulah merupakan fee yang saya
dapat tiap bulannya, maka tergambarkalah sebesar apa atau seberapa
banyak fee yang saya dapatkan.
Yah, menurut penilaian saya, cukup lumayan buat
menambah penghasilan yang bisa dipakai belanja kecil-kecilan tiap
harinya. Berikut screenshot fee yang saya ambil dari website PPOB saya:

Menampilkan Transaksi Loket dalam Sebulan

Sebagai informasi, vendor PPOB saya menyediakan Web Report yang berisi
menu Deposit dan Transaksi yang bisa diakses dengan memasukkan User ID
dan Password keanggotaan kita. Screenshot di atas menampilkan informasi
transaksi bulanan yang berisi tanggal, jumlah transaksi dalam lembar,
fee dalam kolom admin, dan total rupiah transaksi dalam sebulan. Dari
situ terlihat jumlah transaksi saya adalah sebanyak 424 lembar
transaksi, ini termasuk pulsa yang keuntungannya bisa kita atur sendiri
dan menariknya langsung, jadi exclude pada laporan di atas. Juga,
terlihat rupiah transaksi sebesar Rp. 52.720.806, jumlah yang sangat
besar, tapi harus diingat bahwa jumlah di atas hanyalah akumulasi
perputaran deposit, silahkan merujuk kembali ke tulisan saya yang
pertama. Yang tidak  kalah menariknya, adalah informasi fee (pada kolom
admin) yang jumlahnya Rp. 805.600,-. Menurut saya sebagai pemula, jumlah
itu lumayan besar. Seandainya anda punya cicilan kredit motor atau
cicilan kartu kredit yang jumlahnya sekitar lima ratus ribuan per
bulannya, berarti anda tidak perlu mengganggu gaji bulanan anda, cukup
membayarnya dari usaha sampingan Loket PPOB, benar bukan?


Dalam rentang waktu 2 s/d 5 hari oleh pihak vendor saya, ditransferlah
bonus atas fee yang dikonversi kedalam bentuk deposit (tentunya bisa
diuangkan melalui pembayaran rekening listrik, dll oleh pelanggan).
Informasi mengenai bonus loket, pun dapat kita jumpai dalam Laporan
Penjualan/ Web Report pada menu Deposit. Berikut screenshot depositnya:

Tabel yang menunujukkan mutasi deposit dalam sebulan.
Pada gambar di atas, ditampilkan mengenai mutasi deposit selama sebulan
yang menampilkan tanggal, jumlah dan jenis. Dari gambar di atas kita
bisa menemukan informasi mengenai bonus/keuntungan yang saya dapatkan
selama tansaksi bulan sebelumnya, jelas terlihat ternyata
bonus/keuntungan yang saya dapatkan adalah Rp. 489.500,- bukan Rp.
805.600,- seperti yang tertera pada Laporan Penjualan di atas. Setelah
bertanya ke admin/contact person vendor PPOB saya, ternyata dugaan saya
salah, saya tidak memperhitungkan fee vendor PPOB saya sendiri. Bahwa,
dalam Web Report tentang fee, di situ juga termasuk fee vendor saya
sendiri. Jadi laporan tentang fee di atas terbagi menjadi dua, fee loket
saya sendiri dan fee vendor saya. Sebenarnya, informasi mengenai fee
sudah jelas terpampang pada web site vendor saya seperti pada screenshot
di bawah ini:

Apa yang menjadi asumsi saya selama ini salah, saya menganggap fee yang
ada dalam Web Report, itulah bonus atau keuntungan loket saya. Ternyata
sayalah yang salah, dan mungkin orang yang tidak memperhatikan secara
seksama dengan apa yang ditampilkan di website pengelola bisa saja salah
menduga seperti saya. Dari gambar di atas didapatkan informasi
keuntungan loket terbagi atas dua yakni Fee dan Admin. Dan bagian fee
admin-lah yang ditampilkan di Web Report dan tentu saja pada struk
pembayaran rekening pelanggan, hal inilah yang luput dari perhatian
saya. Rumus fee sebenarnya loket PPOB saya adalah “Admin” dikurangi
dengan “Fee” (Seperti yang tercantum di screenshot web site di atas).
Untuk lebih jelasnya berikut perhitungan fee Loket PPOB saya dalam
bentuk file excel, silahkan anda mengunduh filenya di sini untuk excel 2012 ke bawah dan di sini untuk excel 2013 ke atas.

Kesimpulan dan Trik:
Pelanggan adalah roh dari Loket PPOB maka rekrutlah sebanyak-banyaknya
dan pertahankan agar mereka tidak pindah ke tempat lain, oleh karena itu
berikanlah pelayanan yang terbaik. Berikut tips dan triknya
(berdasarkan pengalaman loket PPOB saya):
  1. Perbanyak spanduk/informasi mengenai loket anda atau paling tidak buatlah spanduk yang mencolok.
  2. Usahakan spanduk atau neonbox anda terlihat dari segala sisi (sisi kiri dan kanan jalan).
  3. Bila diperlukan buatlah brosur yang isinya memperjelas keberadaan loket PPOB anda.
  4. Percepatlah  koneksi data anda, hal ini untuk mengurangi waktu
    tunggu pelanggan. Pelanggan pasti merasa tidak nyaman jika mereka
    menunggu terlalu lama.
  5. Sediakan ruang tunggu/kursi tunggu untuk kenyamanan pelanggan.
  6. Usahakan buka di awal pagi, kadang pelanggan yang berstatus karyawan
    atau pegawai mampir untuk membayar rekening listrik, air, atau telpon
    sebelum mereka ke tempat kerjanya.
  7. Jangan sampai sering terjadi penolakan pembayaran dengan alasan
    deposit habis, hal ini bisa mempengaruhi reputasi loket kita di mata
    pelanggan yang bisa beralih ke tempat lain. Juga, jangan sampai terjadi
    penolakan dengan alasan koneksi offline (data atau kuota internet
    habis).
  8. Terimalah uang pelanggan dulu, kemudian cetak bukti pembayarannya.
  9. Ada baiknya, seperti yang disarankan oleh pengelola, sediakan detektor uang palsu. Juga sediakan uang receh untuk kembalian.
  10. Buatlah stempel lunas dan bila perlu stempel logo loket PPOB anda, beberapa customer leasing meminta stempel logo loket PPOB.
  11. Rawatlah Komputer dan Printer loket PPOB anda, bila perlu komputer
    anda hanya diperuntukkan khusus untuk mengelola sistem PPOB, hal ini
    untuk menghindari malware, virus, kuki, dan cache yang berlebihan yang
    bisa memperlambat koneksi internet anda.
  12. Transaksi terbanyak biasanya pada tanggal 5 s/d tanggal 20 tiap
    bulannya, silahkan anda mengoptimalkan deposit anda pada rentang waktu
    tersebut.
  13. Sebaiknya sediakan tempat parkir yang aman.
  14. Tidak ada salahnya anda membuka loket sampai malam hari dan pada hari Sabtu dan Ahad, jika kondisi memungkinkan.
  15. Buatlah Laporan Administrasi loket anda secara manual sebagai back up atas Web Report.
Sebagai tambahan informasi vendor Usaha Loket Pembayaran PPOB
ini, menurut saya, setelah membandingkan dengan yang lain, adalah yang
terbaik dalam memberikan fee dan pelayanan. Silahkan anda menilai dan
membandingkan sendiri. Pada akhirnya, selesailah tulisan saya mengenai Untung-rugi Usaha Loket PPOB
ini, semoga tulisan ini bisa memberi manfaat bagi kita semua, terutama
bagi anda yang mau membuka usaha seperti ini. Wassalam. (#Mks@100914)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *