Tiket Masuk Pantai Tanjung Lesung Banten

Pengalaman tak terlupakan, mungkin sebuah ungkapan yang tepat bagi penulis untuk mengungkan perasaan saat berkunjung ke Pantai Tanjung Lesung. Perasaan jenuh dengan rutinitas belakangan ini yang sibuk mengejar deadline pameran property di beberapa spot keramaian, membuat pikiran ini perlu diberi sesuatu yang menyegarkan.

Selalu terngiang di alam bawah sadar, kemanakah liburan paling mengasyikkan tetapi tidak terlalu menguras kantong di bulan puasa ini??? Banyak alternatif pilihan ke Bandung, Jungle Land, Ancol, sampe ke Pantai Karang Bolong di Anyer. Tetapi hati ini tidak bisa dibohongi untuk mencoba sesuatu yang “Un-Common” dari bbrp pilihan obyek wisata diatas. Akhirnya tercetus juga ide untuk menjajal wisata Pantai Tanjung Lesung. Kenapa gw memilih Tanjung Lesung bukan Anyer, Carita, Ancol, or what else? Alasannya:



1. Try something different outside the box

2. Masih bisa dijangkau via darat dengan mobil pribadi.

3. Reasonable Budget, and

4. Beyond Expectation juga tentunya, he..he..:D

Layaknya manusia normal pada umumnya yang tak bisa lepas dari gadget, maka hati ini tergerak untuk browsing kesana-kemari dibantu Princess Sophia- partner seperjuangan sekaligus teman seperjalanan, he..he..

Banyak sekali review seputar Liburan di Tanjung Lesung tp kebanyakan isi artikelnya “Sami Mawon” alias hanya Copy Paste saja dr sumber yang sama. Akhirnya Princess Sophia menemukan juga sebuah artikel yang dirasa cukup comprehensive pembahasannya.

Okelah tanpa berpikir panjang, kita putuskan hari Minggu subuh kita harus berangkat ber-Adventure ria menjelma menjadi si-Bolang (Bocah Petualang-red).

SEBERAPA JAUH ???

Perjalanan dimulai hari Minggu tgl 21 Juni 2015 subuh tepat pukul 07.00 pagi berangkat dari kediaman di BSD CITY tak lupa mereset Tripmeter di posisi 0.00 Km untuk mengetahui secara akurat jarak tempuh sekali jalan. Rute yang kami pilih yaitu melalui jalur alternatif via Serang-Pandeglang-Labuan-Panimbang-Tanjung Lesung karena waktu tempuh & jarak tempuh dianggap lebih singkat dibanding harus menyusuri Pantai Utara sepanjang Anyer dan Carita yang lebih jauh dan melelahkan. Pengalaman adventure terdahulu sekitar 5 tahun lalu ke Labuan via Anyer Carita sangat sulit menemukan SPBU jika kita kehabisan bensin di tengah perjalanan. Oleh karena itu pilihan rute melalui Serang-Pandeglang (Opsi 1) dirasa lebih manusiawi dari segi waktu tempuh yang lebih singkat.

Rute Opsi 1:

Rute perjalanan ke Tanjung Lesung via Pandeglang sejauh 174.7 km dari BSD

Rute Opsi 2:

Rute perjalanan ke Tanjung Lesung via Anyer Carita sejauh 190 km dari BSD

Perjalanan sengaja direncakan di hari Minggu pagi karena hari lalu lintas di hari Minggu pagi hingga Minggu malam dirasa lebih lengang dibanding hari Sabtu. Ditambah lagi Adventure kali ini bertepatan dengan bulan puasa sehingga semakin sepi lagi lalu lintas sepanjang perjalanan maupun obyek wisata sudah pasti sepi pengunjung. Selepas Exit Toll Serang Timur tidak lupa menyempatkan diri ke suatu tempat yang selalu menggugah rasa penasaran akan sebuah perumahan berskala “Town Ship” yang diusung oleh si empunya pengembang:

Gerbang Utama Perumahan The Emerald Cilegon di daerah Kramatwatu

Letak perumahan The Emerald Cilegon lebih mudah dijangkau jika kita Exit Toll Serang Barat arah Cilegon. Artinya kita sekarang berjalan berbalik arah mendekati Kota Serang untuk dapat berbelok ke kanan arah Pandeglang. Bagi kalian yang baru pertama kali menjamah kota Serang, akses paling mudah menuju Pandeglang berada di persimpangan Mc. Donald & Carrefour. Dari persimpangan Carrefour jalan,yang dilalui lurus terus tanpa belokan. Akan terlihat jalan lebar hotmix membentang bak layaknya jalan baru Alas Roban di Pantura. Alangkah baiknya jika anda sudah memasuki kota Pandeglang lebih baik mencari SPBU untuk mengisi tanki bensin kendaraan anda hingga Full Tank. Hal ini untuk mencegah SPBU di sepanjang perjalanan kehabisan stok BBM disaat kita sedang membutuhkan.

Etape 1 : Serang – Pandeglang

Jalur Serang- Pandeglang dapat ditempuh kurang dari 1 jam dgn kecepatan rata-rata 60-80km. Di spot ini banyak ditemui penjual durian langsung dari kebunnya yang berlokasi di kanan kiri jalan. Selepas Pandeglang, disinilah skill mengemudi diuji ketangkasannya. Track Pandeglang- Labuan sudah mulai menunjukkan rupanya berupa jalanan berbukit menanjak dan berkelok-kelok layaknya trek Cikidang menuju Pelabuhan Ratu Sukabumi. Bagi anda yang sering bepergian ke Pelabuhan Ratu tentu bukan perkara sulit menaklukan medan di lintasan ini. Sama halnya seperti rute Serang-Pandeglang, jalan yang dilalui dari Pandeglang menuju Labuan pun Sangat Mulus walaupun hanya cukup untuk 2 mobil berpapasan di titik tertentu. Etape Pandeglang menuju Labuan sangat melelahkan karena harus menempuh 60km lebih dengan tingkat konsentrasi & kewaspadaan lebih tinggi. Angkutan umum yang melalui rute ini pun didominasi oleh Angkot & Bus Besar saja yang berlalu-lalang.

Etape 2 : Pandeglang – Labuan

Yang paling mengerikan adalah jika di belakang mobil kita ada bus Murni atau Asli Prima. Entah mengapa kedua bus Antar Kota Dalam Propinsi Ini memiliki “Attitude” tidak baik dalam hal kesopanan berkendara di jalan umum baik sedang lengang maupun traffic sedang padat. Pun begitu jika kita berpapasan dengan dua bus ini seakan tidak sadar menyalip dalam kecepatan tinggi dengan jarak terlalu dekat dengan kendaraan dari arah berlawanan. Melihat perilaku pengemudi bus Murni & Asli Proma jadi teringat kembarannya yang bernama Sugeng Rahayu di jalur Semarang-Solo-Surabaya yang juga terkenal ugal-ugalan dan sering terjadi kecelakaan. Tapi apa mau dikata, selama keberadaan bus Murni & Asli Prima masih dibutuhkan oleh masyarakat luas- tidak ada keinginan untuk memperbaiki apalagi meningkatkan standard pelayanan maupun keselamatan bagi seluruh penumpangnya.

Bus AKDP MURNI rute Labuan-Kalideres

Bus AKDP ASLI PRIMA rute Labuan-Kalideres

Bus AKDP Sugeng Rahayu rute Surabaya-Semarang-Solo

Etape 3 : Ruas jalan Labuan – Panimbang mayoritas sudah mulus Aspal Hotmix

Setelah melalui ruas Labuang Panimbang yang mayoritas jalannya cukup baik berupa Aspal Hotmix, kita akan disuguhkan pemandangan yang agak jarang ditemui di pulau Jawa. Jalan yang dilalui sangat berdempetan dengan pesisir pantai sudah terlihat ombak yang menggulung ke tepian. Saat melewati jembatan kecil yang agak menanjak, terlihat dengan jelas hamparan pasir pantai dan lautan luas membentang. Sayangnya pasir pantai di pesisir pantai sekitar Panimbang terlihat berwarna coklat, dan bukan berwarna putih bersih pasirnya. Hal ini dikarenakan banyak sungai yang bermuara ke laut yang membawa banyak lumpur sehingga menjadi endapan di dasar laut yang mengakibatkan pasir pantai berubah warna menjadi coklat tua.

Pemandangan sepanjang Panimbang menuju Tanjung Lesung resort dihiasi oleh sawah di sepanjang sisi kiri jalan, dan pantai lautan lepas di sisi kanan jalan.

Pemandangan sisi kanan dihiasi dengan pesisir pantai dan pohon kelapa, sedangkan di sisi kiri jalan etape Panimbang-Tanjung Lesung dihiasi dengan hijaunya hamparan sawah yang tumbuh subur. Pemandangan unik ini mengingatkan penulis akan Liburan Natal ke Bali yang saat itu menggunakan bus malam Safari Dharma Raya (OBL) melewati keindahan jalur Tabanan Nagara yang banyak dihiasi sawah bertingkat di pinggir pantai.

Etape 4 : Panimbang – Tanjung Lesung Resort

Perbatasan Kawasan Wisata Daerah Istimewa (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung


Etape Panimbang berakhir dengan Gerbang Penyambutan kawasan Resort Tanjung Lesung. Di gerbang ini kalian akan diberikan Kartu Pass Parking dan diharuskan membayar retribusi parkir Rp 5.000

Boulevard Utama Tanjung Lesung Resort yang sangat rindang untuk memberikan kesejukan memasuki resort pinggir pantai

Gerbang Utama Tanjung Lesung Beach Club

Jika kalian hanya ingin bersantai “cantik” alias hanya ingin menikmati keindahan pantai tanpa harus bermalam/ menginap, maka gerbang Tanjung Lesung Beach Club (Bundaran ke-4) menjadi pilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan budget tentunya, he..he.. Setelah melwati gerbang ini akan terlihat Pos Penjagaan dimana akan dilakukan pengecekan jumlah penumpang di dalam mobil.

Harga Biaya Masuk Pantai Tanjung Lesung (HTM)

Si mba penjaga loket mengatakan total tarifnya Rp 80.000 untuk 2 orang dewasa ya pak. Very Worth It harga tiket Rp 80.000 untuk menikmati keindahan pantai pasir putih di Banten daripada harus jauh-jauh ke pulau Bali.

Tiket Masuk Weekend di area Tanjung Lesung Beach Club (include parkir mobil)

Penampakan si Mumun yang baru pertama kalinya diajak si empunya Light Adventure ke Banten Lama. Walaupun mobil ini sudah cukup “berumur” Puji Tuhan tidak ada kendala sedikitpun selama perjalanan pulang pergi. Terlihat di barisan parkir mobil hanya si Mumun sbg mobil yang paling “compact & unyu” mengunjungi Tanjung Lesung.

Karimun Estillo Fun Journey to Tanjung Lesung (kecil-kecil cabe rawit)

Total jarak tempuh BSD-Tanjung Lesung Beach Club sejauh 174.7 km (one trip)

PESONA PANTAI TANJUNG LESUNG RESORT ???

Icon Badak Bercula Satu di kawasan Tanjung Lesung Beach Club

Pohon kelapa nyiur melambai-lambai

MANY CHOICE OUTDOOR ACTIVITIES:

1. Bersantai “Cantik” di Pinggir Pantai

Bersantai cantik ala “Princess Sophia” yang terkesan Very Private karena sepi pengunjung (maklum weekend di bulan puasa, he..he..:)

2. Menikmati keindahan bibir pantai dari Dermaga

Dermaga atawa Jetty sebagai sarana ingin menikmati keindahan pesisir pantai Tanjung Lesung dari kejauhan

Pesona pesisir pantai Tanjung Lesung dengan keindahan pasir putihnya yang membentang luas

3. Main Air di pinggir pantai


Beningnya air laut di pantai Tanjung Lesung yang sangat menggoda untuk berenang di tepian

4. Wahana Permainan Air/ Watersport

Loket untuk mencoba beragam wahana permainan air/ watersports yang tersedia

a. Banana Boat Tanjung Lesung

Banana Boat yang sedang terparkir menunggu pengunjung yang ingin menikmatinya selalu menjadi menu wajib di setiap kawasan wisata pantai

b. Perahu Kanoe

c. Jet Ski Tanjung Lesung

d. Pedal Boat Tanjung Lesung


Pedal Boat untuk 2 orang dewasa dan 2 anak kecil

Site Plan permainan wisata air di sekitar Pantai Tanjung Lesung

e. Voli Pantai Tanjung Lesung

Voli Pantai

Bagi kalian yang ingin menikmati sesuatu yang berbeda seperti di kawasan wisata pantai pada umumnya, di Tanjung Lesung Beach Club menawarakan paket liburan bermalam berupa Camping di pinggir pantai. Pihak pengelola menawarkan paket lengkap sudah termasuk akomodasi, seperti makan, permainan air, dsb.. Sayangnya biaya yang ditawarkan cukup mahal karena dihitung per pax dan bukan paket 1 tenda camping 🙁

Camping Ground Area at Green Coral Complex

Tenda untuk penikmat Camping bermalam di pinggir pantai

Final Tripmeter PP BSD-Tanjung Lesung sejauh 330.8 km

BERAPA KONSUMSI BBM MUMUN?

Berdasarkan data manifest yang terukur di Tripmeter di posisi 0.00 Km hingga kembali pulang ke rumah tercatat menempuh sejauh 330.8 Km. Berangkat dari rumah mengisi BBM di posisi 1/4 lebih dikit hingga Full Tank menghabiskan Rp 130.000 setara 17.56 liter Premium.

BBM Premium : Rp 130.000,-
Harga Premium : Rp 7.400
Volume Liter Premium : 17.56 Liter
Jarak Tempuh PP : 330.8 Km
Konsumsi BBM per liter : 18.83 Km/ Liter (330.8 Km / 17.56 liter)

HOW MUCH WE SPEND?

Biaya yang dikeluarkan untuk One Day Vacation ke Pantai Tanjung Lesung Beach Club ternyata tidaklah semahal yang diduga oleh opini publik kebanyakan orang. Berikut ini breakdown biaya yang dikeluarkan oleh penulis untuk jalan-jalan asik dengan Princess Sophia:

Konsumsi BBM Mumun BSD-Tanjung Lesung PP : Rp 130.000
Biaya Toll Exit Serang Timur PP : Rp 50.000
Retribusi Parkir Gerbang Utama Kawasan Resort : Rp 5.000
Tiket masuk 2 orang Tanjung Lesung Beach Club : Rp 80.000
Menikmati Makan Siang + Kelapa Muda di Restoran : Rp 100.000 (Opsional) +

Total Expense For Two Persons : Rp 365.000,-

TIPS & TRICK One Day Escape to Tanjung Lesung!

Siapkan Stamina dalam kondisi fit karena perjalanan menuju Tanjung Lesung sejauh hampir 180km dapat dituntaskan paling cepat selama 4 jam perjalanan (tidak kena macet- bulan puasa). Jangan lupa berdoa sebelum berangkat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan.
Berangkatlah di hari Minggu pagi, karena hari Minggu pagi lebih sepi dibanding hari Sabtu pagi. Jika kalian sanggup berangkat jam 5 pagi, akan banyak tersedia cukup waktu untuk expolore ke seluruh penjuru pantai Tanjung Lesung Beach Club. 


Pilihlah Rute Opsi 1, karena dirasa waktu tempuhnya lebih singkat dan 95% jalan yang dilalui sudah berkualitas baik (Hotmix dan Full Cor Beton) dibanding Rute Opsi 2 yang masih sulit menemukan SPBU jika kalian kehabisan bensin di tengah jalan. 

Jangan terpancing emosi jika melintas jalur Serang hingga Labuan banyak dikejutkan dengan ulah supir bus ugal-ugalan Murni maupun Asli Prima yang sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Siapkan uang cash secukupnya, mengingat tidak tersedia ATM di kawasan Tanjung Lesung Beach Club jika kalian ingin sekedar jajan atau menikmati wahana watersports disana. 

Jaga lingkungan di sekitar pantai yang masih sangat alami dan kental nuansa kearifan lokalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

Tetap utamakan Safety jika kalian ingin menikmati ragam pilihan Watersports yang tersedia.

PENASARAN SESUATU?

Rasa penasaran pasti selalu muncul saat kalian sudah pulang menikmati keindahan pantai yang tidak kalah dengan pantai di Bali. Pertanyaan mendasar yaitu mengapa Pantai Tanjung Lesung akan pesona keindahannya melebihi Pantai Anyer & Carita tetapi tidak seramai pantai Anyer/ Carita???? Penulis sudah merangkum beberapa sumber untuk menjawab rasa penasaran tersebut, silahkan klik LINK pada judul dibawah ini yang mengupas tuntas sejarah & perkembangan Tanjung Lesung secara comprehensive:

Bangkit setelah “Mati Suri” selama 20 Tahun
Jalan Panjang Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia
Berbenah Untuk Menjadi seperti Nusa Dua Bali
Investasi & Pembangunan Tanjung Lesung Berharap Realisasi Janji Jokowi
Masterplan Pembangunan Tanjung Lesung

Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi para pembaca setia blog membelipengalaman yang merasa “tertantang” untuk membuktikan keindahan Pantai Tanjung Lesung yang belum banyak dijamah oleh masyarakat luas dewasa ini. Harapannya jika kalian sudah berkunjung ke Pantai Tanjung Lesung saat ini, dan suatu hari pantai ini mendunia layaknya Pulau Bali, maka kalian menjadi “Saksi Bisu” perjalanan panjang Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata kelas dunia, he..he.. Salam Bocah Petualang!!!

Incoming Searh:

  • Tanjung Lesung Beach Resort 
  • Homestay Near Tanjung Lesung
  • Review Price Tanjung Lesung Beach
  • Kalicaa Villa Tanjung Lesung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *